BeritaHukum

Kasus Pemukulan Aktivis di Langkat dalam Penyidikan Polda Sumut

Redaksi Utama
23/02/2021, 20:08 WIB
Last Updated 2021-03-14T04:58:49Z

MEDAN - Kasus pemukulan terhadap aktivis mahasiswa Ahmad Zulfahmi Fikri oleh orang tak dikenal (OTK) tengah di selidiki Polda Sumatera Utara (Sumut). Pemukulan tersebut, diketahui terjadi di kawasan Jalan Sudirman, Kelurahan Perdamaian, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, yang terjadi pada Senin (15/2) lalu.


Korban sendiri sudah melaporkan kasus pemukulan tersebut ditemani kuasa hukumnya Muhammad Iqbal Zikri, SH ke Polda Sumatera Utara sesuai dengan Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP) nomor STTLP/347/II/2021/Sumut/SPKT 'I' pada 15 Februari 2021.

"Iya, LP (laporan) tertanggal 15 Februari, saat ini lagi proses penyidikan iya," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sumut, Kombes Tatan Dirsan Atmaja, saat dikonfirmasi, Selasa (23/2/2021).


Diketahui sebelumnya, seorang tokoh muda Kabupaten Langkat Ahmad Zulfahmi Fikri menjadi korban penganiayaan oleh orang tak dikenal (OTK) di Cafe Lajor Kopi Jalan Sudirman Stabat, pada Senin, 15 Februari 2021 sekira Pukul 13.00 WIB.


Akibat penganiayaan yang dilakukan oleh dua orang tak dikenal tersebut, korban yang sering disapa Fikri mengalami luka memar di beberapa bagian tubuhnya.


Informasi yang dihimpun, peristiwa penganiayaan itu terjadi pada saat Fikri bersama beberapa rekannya baru tiba di Cafe Lajor Kopi. Tiba-tiba, dua orang tak dikenal dengan mengendarai sepeda motor tanpa plat nomor polisi menghampiri korban dan langsung memukul korban (Fikri), hingga korban terjatuh di sekitar lokasi yang berdekatan dengan cafe Lajor Kopi.


Usai melakukan pemukulan, pelaku melarikan diri menuju ke arah Simpang Bupati. Pada saat peristiwa pemukulan itu terjadi, seorang rekan Fikri sempat merekam bentuk video saat pelaku melarikan diri dengan mengendarai sepeda motor.


Bahkan, pelaku juga sempat melontarkan ucapan 'jangan ikut campur kau, jangan ikut campur kau, jangan ikut campur kau.'

Korban penganiayaan Fikri saat di konfirmasi, melalui WhatsApp nya, menyatakan, kuat dugaan peristiwa penganiayaan itu berkaitan dengan komentarnya selama ini terkait banyaknya lobang di badan jalan di Kabupaten Langkat.


"Kuat dugaan terkait komentar mengenai banyaknya jalan berlobang yang ada di badan jalan di Langkat," ungkapnya.


Saat ditanya, apakah Fikri (korban) mengenal pelaku yang menganiaya dirinya tersebut? "Tidak kenal aku bang. Selain aku dipukulnya, muka ku juga dipijaknya sambil bilang jangan ikut campur masalah Bupati," sebutnya.

TrendingMore